Oleh : Rasidi, M.Pd Aktivis PD. Pemuda Muhammadiyah Pamekasan
Penulis: Rasidi, M.Pd Aktivis PD. Pemuda Muhammadiyah Pamekasan

Pemuda Muhammadiyah secara khusus di Kabupaten Pamekasan dari waktu ke waktu belum tampak perkembangan yang signifikan dari sisi kwalitas maupun kwantitasnya. Pemuda Muhammadiyah dari Musyda ke Musyda belum nampak nyata kiprah dan aksinya. Pergantian pengurus dari periode ke periode berikutnya belum bisa memberi manfaat kepada ummat, persyarikatan dan anggotanya.

Sejatinya, permasalahan ini bukan barang baru di dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pamekasan. Semenjak awal berdirinya barangkali penyebab stagnansi gerakan kader muda Muhammadiyah dikarenakan pendanaan yang kurang tercukupi untuk menopang langkah perjuangan pengurus. Sepertinya, dana (funding) menjadi kambing hitam untuk disalahkan atas tidak berjalannya program yang diamanahkan oleh musyawirin kepada formatur pimpinan terpilih dalam agenda rutin 4 tahunan Pemuda Muhammadiyah. Walaupun dana bukan menjadi kendala satu-satunya, masih banyak kendala lainnya yang menghampat tercapainya agenda organisasi.

Seyogyanya, permasalahan yang terus berulang ini tidak menjadi penyakit yang akut didalam tubuh organisasi. Pemangku harus mampu mencari dan memberi solusi atas segala kendala ketidakberkembangan organisasi. Kendala dan masalah jangan sampai menghambat langkah pergerakan. Problem harus mampu dijadikan pemicu dan pemacu daya lejit pengurus untuk membesarkan pemuda muhammadiyah.

Menghadapi permaslahan diatas, Pemuda Muhammadiyah harus berfikir lateral meminjam konsep Edward De Bono. Edward De Bono dalam bukunya “Berpikir Lateral” mengatakan bahwa berfikir lateral adalah cara berfikir yang berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan masalah melalui cara yang tidak umum. Berfikir yang tidak difikirkan, melompat keluar dari kerangka berfikir orang kebanyakan. Tentunya lompatan itu tidak boleh keluar dari frame Islam dan Kemuhammadiyahan.

Pemuda Muhammadiyah dengan segala potensi yang dimiliki harus keluar dari kotak (out of the box) belenggu kebiasaan rutinitas yang selama ini dilakukan untuk menjawab permasalahan dan kebuntuan. Pemuda Muhammadiyah harus melakukan hal yang diluar kebiasaan dalam artian “positif” extraordinary, bukan malah nyeleneh sehingga diharapkan menghasilkan out put yang luar biasa juga.

Bukankah K.H. Ahmad Dahlan ketika mendirikan Muhammadiyah juga out of the box dari kemapanan kultural dan keteraturan sosial pada waktu itu. K.H. Ahmad Dahlan mendobrak pemahaman teologis para pemangku formal dan non formal kala itu. Alhasil, KH. Ahmad Dahlan harus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan atas pemikiran yang tidak populis, keluar dari paham kebanyakan. Atas kegigihannya, saat ini Muhammadiyah dengan gagahnya bersinar terang di bumi pertiwi.
Terbiasalah menggagas hal yang baru diluar pemikiran orang kebanyakan. Jadilah orang yang berbeda dan unik ditengah keteraturan dan keseragaman. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah supaya lateral dalam berfikir dan mempunyai ketarampilan out of the box thinking untuk menyelesaikan permasalahan organisasi.

Pertama, Pemuda Muhammadiyah harus keluar dari zona nyaman, walaupun ini lebih ditujukan pada personal pengurus. Sangat manusiawi, seseorang itu merasa senang, betah, enjoy berada dalam kondisi nyaman. Namun, untuk urusan kesuksesan organisasi berkutat pada zona nyaman akan menghambat kemajuan dan kesuksesan karena cendrung bergerak disitu-situ saja (stagnan). Zona nyaman bagai candu yang menenabobokkan dan melalaikan sehingga melemahkan ghirah berorganisasi.
Zona nyaman adalah kondisi dimana seseorang berada dalam ketidaknyamanan yang diabaikan dan dibiarkan. Zona yang tenang tetapi ada kegelisahan, zona yang damai tetapi ada ketidakamanan. Sangat berbeda jauh dengan hidup tenang, hidup tentram kondisi aman. Contoh kasus didalam organisasi adalah yang penting program jalan walau hanya seadanya, yang penting hidup walau tidak berkwalitas, dan kondisi “yang penting” lainnya.
Pemuda Muhammadiyah harus keluar dari kondisi itu, walaupun keluar dari zona nyaman akan menimbulkan ketidaknyamanan pada awalnya. Namun, kita bisa mengambil ibroh dari seorang bayi yang harus disapih dari ibunya setelah umur dua tahun. Bagaimana jadinya kalau si bayi tersebut tetap berada di zona nyaman dengan tetek ibunya sampai dewasa. Jangan terlalu lama berada di zona nyaman, cepat keluar dan bangun dari tidur untuk mengejar mimpi.

Kedua, Pemuda Muhammadiyah harus mendobrak rutinitas dan keteraturan organisasi. Rutinitas dan keteraturan bukan milik kaum muda. Kaum muda itu harus melakukan lompatan-lompatan melampaui batas ruang dan waktu. Nanti ada masanya seseorang itu harus bekerja secara rutin dan teratur. Kalau kita berbincang dengan bapak Muhammadiyah dan Ibu Aisyiyah pasti mereka menyarankan untuk senantiasa bekerja rutin dan teratur. Hal itu disebabkan sudah masanya mereka demikian, disamping potensi untuk melakukan lompatan sudah lewat.

Pemuda Muhammadiyah mempunyai potensi untuk melakukan akselarisi berorganisasi. Kondisi fisik masih kuat, fikiran masih fresh, semangat masih menyala ini merupakan potensi hebat untuk menjawab tantangan organisasi. Gunakan potensi tersebut secara kreatif untuk menciptakan sebuah peluang.

Ketiga, Pemuda Muhammadiyah harus punya semangat pantang menyerah. Usaha apapun bentuknya pasti ada halangan, hambatan dan rintangan karena itu merupakan sunnatullah. Apalagi, usaha yang kita lakukakan itu tidak populis. Dipastikan nyinyiran dan halangan untuk tidak melanjutkan menghadang didepan kita bagai tembok. Tapi, biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Berani menghadapi rintangan kesuksesan menunggu kita untuk meraihnya. Takut menghadpi rintangan dan hambatan, kembalilah sebagai pecundang.

Keempat, Pemuda Muhammadiyah harus berani mengambil resiko. Resiko adalah bagian dari usaha menuju kesuksesan. Siapa yang paling berani mengambil resiko dialah yang pertama kali merasakan manisnya kesuksesan. Bagaimana Dahnil Azhar Simanjuntak berani mengambil resiko berbenturan dengan Densus 88 dalam kebijakannya mengautopsi jenazah terduga teroris. Yang dengan keberaniaanya Dahnil dan Pemuda Muhammadiyah menjadi populer.

Ada dua pilihan bagi Pemuda Muhammadiyah apakah tetap mempertahankan gaya lama dan upaya yang kadaluarsa dengan konsekwensi tidak akan tercipta akselerasi pencapaian program organisasi ditengah kehidupan masyarakat yang absurd, atau seharusnya lateral dan out of the box untuk mengantarkan organisasi Pemuda Muhammadiyah pada pencapaian diluar kebiasaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here