Artikel Umum

SAPI DAN SINGA

Redaksi Suryamu | Senin, 04 September 2017 - 11:20:11 WIB | dibaca: 118 pembaca

Seorang ulama pernah
menyampaikan kisah ini sebagai contoh kondisi umat saat ini.


Suatu hari terjadi perselisihan di antara 4 ekor sapi, yang mana sebelumnya mereka begitu bersahabat dekat, saling bantu, kompak dan saling mengingatkan.

Dikarenakan ada selisih pendapat yang ingin mukim ditempat2 yang berbeda, akhirnya persahabatan mereka mulai kendur.

Kalau dulu selalu seiring sejalan, saling menasehati dengan indah dan saling perduli, sekarang mereka acuh tak acuh.

Sehingga pada suatu hari, seekor SINGA -yang sudah lama inginkan keadaan ini- agar mudah memangsa pun berhasil akan cita-citanya.

Ketika itu SINGA MASUK MENYERANG DAN MENGHANTAM SALAH SATU SAPI.

Namun 3 Sapi yang lain DIAM SAJA, sambil pura pura tidak lihat sahabatnya dimakan singa dan berkata dalam hatinya "ASAL JANGAN SAYA…"


Lalu keesokan harinya SINGA datang lagi menghantam salah satu sapi, namun kedua sapi yang tersisa pura-pura tidak lihat, juga berkata dalam hati, "ASAL BUKAN SAYA…"

Esok harinya lagi SINGA pun menerkam SAPI berikutnya dan tersisa satu, sapi yang disitu pura-pura tidak melihat dan berkata "ASAL BUKAN SAYA…"

Sampai pada hari berikutnya tiba, tinggal seekor sapi dan SANG SINGA datang menerkam dan memakan sapi itu, dan ketika itulah SAPI INI SADAR,

"JIKA SAJA SEJAK AWAL KAMI KOMPAK MELAWAN, SEEKOR SINGA INI PASTI LUMPUH DI HADAPAN KAMI...."

Namun penyesalan selalu berada diakhir sobat.

Dan inilah kondisi umat ISLAM HARI INI. Satu persatu negara yang berisikan Muslim dibantai, mulai dari Palestina, Allepo, Rohingya, Irak dll.

LALU LIHATLAH SIKAP KITA, mirip seperti sapi tadi,

"ASAL BUKAN NEGARA SAYA" padahal
INDONESIA BAKAL MENJADI SASARAN MEREKA BERIKUTNYA.

AYO KITA RAWAT, SEMAIKAN GHIRAH UMMAT BERSATU YANG SEDANG BERKECAMBAH

Jadikan perbedaan sebagai anugerah dalam upaya berfastabiqul khoirot, bukan sebaliknya, menjadi sumber malapetaka berkepanjangan.Sadarlah...!!!
*SINGA MENUNGGU MANIS* siap menerkam di belakang kita.barakallahu fiikum.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)