News Politik

IJTI MURIA RAYA GELAR TALKSHOW SANTUN DALAM BERKAMPANYE

Redaksi Suryamu | Sabtu, 17 Februari 2018 - 06:48:00 WIB | dibaca: 163 pembaca

SuryaMU.Com, Kudus - Masyarakat harus berhati-hati saat menerima informasi melalui media sosial, karena tulisan yang di share di medsos tidak semuanya produk jurnalistik. Bila seseorang ikut mengshare tulisan yang ternyata itu bukan produk jurnalistik dan hoax maka bila ada pihak lain yang merasa dirugikan, bisa dijerat menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah Teguh Hadi Prayitno dalam Talkshow yang digelar IJTI Muria Raya bekerja sama dengan Polres Kudus, di Kudus Jawa Tengah (14/3).

"Kepada para jurnalis, hendaklah selalu berpegang pada kode etik jurnalistik, agar berita yang dihasilkan tidak menimbulkan masalah," ujar Teguh.

Hadir sebagai pembicara lainnya, yaitu Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Agus Triatmaja, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi, Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh. Wahibul Minan, dan akademisi Univeesitas Muria Kudus Hidayatullah.


Talkshow yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan itu mengambil tema "Santun dalam Berkampanye untuk Pilkada yang Kondusif dan Berintefritas"

Doktor Bidang Hukum Hidayatullah menyatakan, terkait dengan hoaks, era dunia digital seperti sekarang memang sulit dihindari. 

"Dunia yang dihadapi saat ini pun ada dua, yakni dunia nyata dan dunia maya atau siber. Jika seseorang ingin menyerang orang lain, tidak perlu hadir secara nyata karena bisa dilakukan lewat dunia maya," katanya.

Untuk itu, dia mengingatkan tim sukses pasangan calon dalam pilkada serentak ini, agar berhati-hati dalam memanfaatkan medsos karena dampaknya lebih luas.


Akan tetapi, lanjut dia, tindakan tersebut bisa dikonstruksikan sebagai tindakan pidana pencemaran nama baik.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menambahkan bahwa siapa pun yang mencoba melakukan kampanye hitam di media sosial, jajarannya bisa melacak.

"Di dalam dunia maya, semua bukti digital bisa dilacak karena setiap aktivitas selalu meninggalkan jejak. Oleh karena itu saya ingatkan harus berhati-hati saat menuliskan sesuatu dalam bermedsos," ujarnya.

Ia menganggap media sosial merupakan media berkampanye paling murah karena dengan biaya rendah sudah bisa mengampanyekan apa yang diinginkan kepada ratusan pemilik akun media sosial.

Dalam rangka memantau dunia maya, Polres Kudus telah membentuk tim siber yang beranggotakan 23 orang dengan dibantu Polda Jateng.


"Pelacakan akun media sosial juga berkerja sama dengan Direktorat Siber Mabes Polri," ujarnya.

Ia mengimbau semua pasangan calon bersama timnya dalam berkampanye di media sosial secara santun dan cerdas.

"Jika tim pasangan calon yang melakukan kampanye hitam, tentunya bisa ditindak sesuai dengan UU Pilkada, sedangkan masyarakat umum tentunya bisa ditindak dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik," ujarnya.

Sedangkan Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi dan Ketua Bawaslu Kudus Moh. Wahibul Minan menjamin bahwa pihaknya akan netral dalam pelaksanaan pilbup Kudus yang kini telah masuk masa kampanye tersebut.

Sementara itu, Ketua IJTI Muria Raya Indra Winardi berharap agar kegiatan ini bisa ikut memberi kontribusi terhadap pelaksanaan pelaksanaan pilbup di Kudus yang lebih kondusif.










Komentar Via Website : 5
Cara Mengatasi Alergi
20 Februari 2018 - 15:17:11 WIB
Happy Tuesday, may your day be good
https://goo.gl/GTEHyx
https://goo.gl/S2yMqS
https://goo.gl/LwPLrs
https://goo.gl/i7MUa5
https:/ /goo.gl/Q3d11N
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)