News Politik

BUPATI KUDUS RAIH DOKTOR DI UNDIP

Redaksi Suryamu | Minggu, 10 Desember 2017 - 11:56:08 WIB | dibaca: 258 pembaca

SuryaMU.Com, SEMARANG-Rasa syukur dan haru terlihat di wajah H. Musthofa Bupati Kudus, saat Yuwanto, Ph.D selaku Sekretaris Sidang Ujian Promosi Doktor Ilmu Sosial Undip membacakan hasil ujian yang menyatakan Lulus untuk Dr. H. Musthofa, SE, MM, di Kampus Pascasarjana Undip, Sabtu (9/12).

Dekan FISIP Dr. Sunarto selaku ketua sidang ujian didampingi penguji eksternal dan promotor serta co-promotor. Sebagai penguji eksternal yakni Prof. Agus Suroso dari Unsoed Purwokero dan Prof. Asri Laksmi Riani dari UNS Solo. Sebagai promotor Prof. Sugeng Wahjudi, Sedangkan co promotor Dr. Naili Farida, dan Dr. Ngatno.

Musthofa sebagai promovendus mengambil judul disertasi "Membangun Fleksibilitas Relasional Akulturatif dalam Orientasi Kewirausahaan dalam Upaya Peningkatan Kinerja Bisnis, Studi Empiris Pada UKM Bordir di Kudus"

Dalam paparannya promovendus menyampaikan, untuk menuju sebuah kesejahteraan, butuh adanya terobosan baru. Kebaruan tentang fleksibilitas relasional akukturatif (FRA) oleh Musthofa di 2017 ini mampu mengangkat para pelaku UKM bordir.


"Dengan FRA, pelaku usaha bordir harus luwes, mampu membangun hubungan/relasi jangka panjang, serta bisa menghargai budaya lain tanpa meninggalkan budaya lokal," jelas Musthofa yang memperoleh predikat 'sangat memuaskan' ini.

Secara praktis, temuan itu telah dipraktekkan oleh Musthofa sebagai Bupati Kudus dua periode ini dengan mengaplikasikan kebaruannya. Diantaranya menggandeng desainer Ivan Gunawan untuk mengangkat bordir Kudus. Kini bordir Kudus telah dikolaborasi dengan desain modern bahkan budaya asing.

"Jadi, FRA ini kebaruan yang aplikatif. Bukan hanya teori dalam buku yang tertata rapi di rak perpustakaan," imbuhnya yang memperoleh IPK 3,51 ini.

Lebih lanjut Musthofa berharap bukan hanya bordir saja yang mengaplikasikan kebaruan ini. Tetapi semua bidang usaha lain tentunya bisa menerapkan ini untuk peningkatan pendapatan bagi kesejahteraan.


"Saya berterima kasih pada tim penguji dan promotor/co-promotor atas arahan dan bimbingannya. Semoga capaian ini bisa menginspirasi seluruh pejabat di Kudus untuk semangat belajar," pesan Musthofa didampingi istri dan anaknya.

Prof. Sugeng mengapresiasi kebaruan Musthofa ini. Dikatakannya bahwa teori FRA telah diaplikasikan dan berhasil di Kudus. Harus ada sebuah keberanian dan inisiatif untuk sebuah keberhasilan. 

"Pak Musthofa ini telah membuktikan dan mengaplikasikan dengan baik," kata Prof. Sugeng.

Bahkan, keuletan Musthofa dalam menempuh program S3 ini diakui oleh Prof. Sugeng. Apa yang menjadi koreksi segera diselesaikannya dengan baik. Maka, Prof. Sugeng menyebut Musthofa dengan sebutan Dr. H. Musthofa yang soleh karena mau memperbaiki kesalahan.

"Saya berpesan, jaga nama baik Undip, dan semoga gelar ini membawa manfaat bagi keluarga, civitas akademika, serta masyarakat luas. Kita doakan agar ilmunya bisa diaplikasikan ke wilayah yang lebih luas, bukan hanya sebatas Kudus," harapnya.(*)










Komentar Via Website : 3
Cara Alami Mengobati Abses Payudara
10 Januari 2018 - 14:44:02 WIB
informasinya sangat menarik untuk kita simak
http://tokogamatwalatra.com/cara-jitu-mengobati-a bses-payudara/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)