AMM Harus Mengambil Peran Dalam Mewujudkan Dakwah Berkemajuan
Penulis:Agus Yanto Aktivis Pemuda Muhammadiyah

Angkatan muda muhammadiyah atau yang sering kita kenal dengan sebutan AMM. yang tergabung di beberapa oraganisasi otonum (Ortom) seperti Iktatan Pelajar Muhammadiyah,(IPM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TS) serta Hizbul wathan (HW) terahir Nasyiatul Aisyiyah (NA). Ini semua harus mengambil peran dalam mewujudkan gerakan dakwah muhammadiyah di bumi gerbang salam ini (kita yang minoritas seharusnya lebih kompak, sudah minoritas masih tidak, ego personal harus selesai saat ini.) agar lebih maju dan berkemajuan, sejenak kita renungkan, menjadi kader muhammadiyeh di pamekasan ini tidak cukup hanya maju saja, kita harus tetap semangat berinovasi tinggi dalam berdakwah agar mampu menjadi angkatan muda Yang berkemajuan, karena sejatinya kader harus tetap menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna demi persyaritan.

Oganisasi otonum merupakan wadah angkatan muda muhammadiyah untuk membenah diri supaya lebih baik kedepannya, Dalam organisasi akan banya kita jumpai orang dengan berbagai sifat dan karakternya yang berbeda beda. Disitu kita belajar bagaimana menjadikan diri kita untuk menjadi pribadi yang tangguh. anggun dalam moral, unggul dalam intelektua, maka kita (kader) harus memgambil bagian dalam menjalankan dakwah persyarikatan muhammadiyeh, dan peranan ini semua AMM (ortom) harus kompak dan gotong rayong dalam menjalankannya agar bisa mewujudkan regenerasi yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu semua, kita semua harus sadar dan menyadari menjalankan dakwah persyarikaitan harus dimulai dari internal AMM, harus saling mendukung antar satu sama lain dengan ketulu dan kecintaan terhadap organisasi.

Kader muda muhammadiyeh harus guyup rukun seperti halnya kita menjalankan keluarga yang harmonis, Setiap Ortom Muhammadiyah ini memiliki peran dan bidang garapan yang berbeda, tetapi sesungguhnya semua ortom ini memiliki fungsi yang sama bagi Organisasi Muhammadiyah yaitu Sebagai wadah pembibitan buat Muhammadiyah untuk mendapatkan kader yang akan melanjutkan etafeta kepeminpian Muhammadiyah, Sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Semua AMM (ortom) harus melakukan pendekatan kebudayaaan yang bekerja untuk peradaban yang berkemajuan, perlu dikembangkan secara bersama demi terujudnya kemajuan dakwah organisasi. “ego, saling menyalahkan, merasa paling benar dan merasa paling banyak berkarya.” itu semua perlu diselesaikan dan harus tuntas saat ini juga. Kita perlu membuat hal yang baru, dan Metodenya perlu diracik bersama, agar bisa dijalankan dengan seksama. Sehingga tidak ada lagi kader yang merasa paling bermuhammadiyah.

Dengan menyelami spirit dan pergerakan dari para angkatan muda, kader, dan warga Persyarikatan yang penuh pengkhidmatan dan keihlasan, sungguh tak sebanding rasanya manakala di antara kita masih belum optimal dalam mengerahkan tenaga, pikiran, dan kemampuan untuk mengemban amanah dakwah Muhammadiyah. Apa lagi jika dalam berkiprah di Muhammadiyah itu terbersit unsur ambisi, kepentingan, serta perasaan diri paling sukses dan hebat sendiri, diri kita (kader) harus merunung mana yang benar dan yang salah jika benar kita jalankan bersama-sama, jika salah kita perbaiki bersama. Jangan sampai sudah jelas salah masih mengaku benar (ini yang paling bahanya dalam persyaritan). Karenanya menjadi penting menghayati kadar kehadiran setiap diri kita (Angkatan muda muhammadiyah), dan warga dalam menggerakkan Muhammadiyah mewujudkan tujuannya. Seberapa jauh kita telah berkiprah dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dalam menggerakkannya, yang membawa pada kemajuan gerakan. Ukuran utamanya tentu kemajuan organisasi Muhammadiyah, bukan tentang kehebatan orang-orangnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here