96 orang Pengurus IKA PMII se-Jatim dibaiat oleh PBNU
96 orang Pengurus IKA PMII se-Jatim dibaiat oleh PBNU.(Foto:Agus/Suryamu.com)

Sidoarjo- Suryamu.com.Setelah mengikuti kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan ke-209 selama tiga hari (11-13 Januari 2020), pagi ini tepat pukul 02.00 WIB sembilan puluh enam (96) orang Pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) se-Jawa Timur dibaiat oleh Tim MKNU-PBNU di Graha Pergerakan Jawa Timur, Jl Brigjen Katamso Sidoarjo.

PBNU menyatakan bahwa kegiatan MKNU Khusus IKA PMII kali ini merupakan MKNU yang kedua di lingkungan IKA PMII. MKNU pertama diselenggarakan oleh PB IKA PMII di Jakarta beberapa saat lalu.

Kegiatan MKNU kali ini diisi oleh H Sultanul Huda, KH Endin AJ Soefihara, KH Muhammad Mujib Qulyubi, H Robikin Emhas dan H Hakim Jayli.

Menarik sekali karena beberapa ulama dan tokoh sepuh Jawa Timur menjadi peserta aktif dalam kegiatan ini, antara lain KH RPA Mujahid Anshori, KH Amin Said Husni, KH Irsyadul Ibad, KH Muhith Efendy, H Mahfud M Noer dan lain-lain.

Bendahara Umum PW IKA PMII Jatim Firman Syah Ali menyatakan bahwa total jumlah peserta MKNU kali ini adalah 110 orang, namun ada 14 orang perserta tidak lulus sehingga hanya tersisa 96 orang peserta yang dibaiat dan diberi sertifikat oleh PBNU. “14 orang dengan tegas dinyatakan tidak lulus. ini harus dilakukan demi kualitas MKNU. Kalau semua orang bisa lulus MKNU dengan mudah, maka kualitas MKNU perlu dipertanyakan. Kami ucapkan selamat dan sukses kepada 96 Orang lulusan MKNU angkatan ke-209, semoga manfaat dan barokah. Kami meminta peserta yang tidak lulus untuk segera mengikuti MKNU gelombang berikutnya. Seluruh Pengurus IKA PMII kami tekankan untuk ikut MKNU,” ucap Mantan Pengurus Besar PMII era Nusron Wahid ini.

Ketua Kelas MKNU Angkatan ke-209, H Mahfud M Noer mengharapkan para alumni MKNU semakin bertambah wawasan ke-NU-annya dan bertambah keteguhannya dalam memperjuangkan Aswaja An-Nahdliyyah. “Para alumni MKNU ini akan menjadi kader-kader NU yang tangguh dalam menghadapi gempuran paham-paham radikal, baik radikal kanan maupun radikal kiri” Ucap Ketua PKC PMII Jatim periode 1992-1994 ini.

“MKNU ini kalau dalam tatanan berbangsa dan bernegara ibarat LEMHANAS, maka sepatutnya para lulusan MKNU langsung mengaktualisasikan kepemimpinannya di lingkungan NU maupun lingkungan yang lebih luas yaitu NKRI” pungkas Penasehat Ormas Pergerakan Penegak Khittah Nahdliyyah (PPKN) ini.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here